Wednesday, March 23, 2011

Deteksi Risiko Stroke dari Gigi

Metrotvnews.com, Jakarta: Infeksi atau peradangan gusi umumnya memicu kerusakan jaringan dan tulang pendukung gigi. Selain bikin gigi mudah tanggal, kerusakan jaringan gusi berperan memicu penyebaran bakteri. Ujung-ujungnya menyumbat pembuluh darah lalu berisiko stroke dan penyakit jantung.

Nah, Anda teratur membersihkan gigi benang gigi alias dental floss? Ternyata tindakan itu berharga untuk dilakukan. Bahkan, dipercaya mencegah risiko stroke dan penyakit jantung. Selain membersihkan, benang gigi membantu menyingkirkan bakteri yang memicu pertumbuhan plak dan karang gigi.

Berbagai studi mengungkap hubungan antara penyakit periodontal dengan penyakit jantung. Hasil menunjukkan akumulasi mikroorganisme dari radang gusi di arteri pasien dengan gangguan jantung. Tumpukan mikroorganisme kemudian memicu penyumbatan, merusak dinding arteri.

Dailymail mengungkap temuan Sharlin Ahmed dari Asosiasi Stroke, bakteri dalam mulut berkontribusi menyebabkan penyempitan dinding pembuluh darah. Itu memicu stroke.

"Bakteri dalam mulut juga bisa menyimpan lemak di arteri, yang dapat menyebabkan gumpalan darah dan dapat mengakibatkan stroke," jelas Ahmed.

Penelitian Universitas Hiroshima juga mengungkap yang memiliki jumlah gigi kurang dari 24 saat dewasa, 60 persen lebih mungkin menderita stroke.

"Kehilangan gigi mungkin berhubungan dengan stroke iskemik dan perdarahan," ungkap Mitsuyoshi Yoshida yang memimpin penelitian.

Penelitian melibatkan 358 pasien. Ditemukan pasien stroke usia 50-an dan 60-an memiliki jumlah gigi yang sudah tanggal lebih banyak dibandingkan pasien penyakit lain dalam kelompok usia sama.

Hasil analisis dari empat studi terpisah menunjukkan, yang hanya memiliki 24 gigi mengalami peningkatkan risiko stroke sebesar 57 persen ketimbang 25 gigi atau lebih. Analisis memperhitungkan berbagai faktor risiko pemicu stroke, seperti kebiasaan merokok, obesitas, dan penggunaan alkohol.

Wednesday, January 19, 2011

Lagi Seneng Karo Doraemon..

Klinik Komputer Delanggu Klaten
Suka Doraemon
Get paid to read and rate articles!
Nama: Doraemon
Arti nama: Doraemon berasal dari kata “dora-neko” yang berarti “kucing tersesat”, sementara akhiran -emon merupakan suatu akhiran nama yang umum di Jepang.
Nama (salah satu?) pacar (dengan status hubungan yang terkesan tarik ulur): Mii-chan
Pemilik asli: Sewashi (Nobita’s great-great-grandson dari abad ke 22)
Lahir ke dunia (Diciptakan pertama kali): 1-12-1969
Dibuat oleh: Fujimoto Hiroshi dan Motoo Abiko
Debut: 1970 (kemungkinan dalam bentuk komik yang terpecah-pecah)
Karir di komik: 1974 – 1996 dengan jumlah sirkulasi lebih dari 80 juta komik di seluruh dunia (1992)
Karir di TV (Asahi): 1979 – sekarang
Karir di film: 1980 – sekarang (untuk edisi tahun 2005 ditunda sampai dengan musim semi 2006)
Debut di Indonesia (TV): Juli 1989 (menurut Doraemon-land)*
Makanan kesukaan: Dorayaki
Hal-hal yang dibenci: kedinginan dan TIKUS!!
Lahir (dalam cerita): 2112-9-3 (3 September 2112)
Tempat lahir: Pabrik Robot “Matsushiba”
*Data agak diragukan. Menurut wikipedia: tahun 1991. Tapi sepertinya tahun yang diakui secara resmi di Indonesia (oleh pihak Elex Media Komputindo?) itu tahun 1990!!
Ada yang spesial dari angka 1293 tersebut loh:
Tinggi badan: 129.3 cm
Lingkar badan: 129.3 cm
Berat badan: 129.3 kg (seharusnya tidak mungkin Nobita selamat kalau tertimpa Doraemon :P
Tinggi loncatan: 129.3 cm (kalau bertemu tikus)
Kecepatan lari (kabur): 129.3km/? (kalau bertemu tikus)

Spesifikasi:
Mata: infra merah, dapat melihat dalam gelap
Hidung: 20x ketajaman hidung manusia (sayang, sering rusak)
Kumis: mempunyai radar yang dapat mendeteksi benda dari jauh (sedang butuh perbaikan…)
Mulut: dengan ukuran mulut sangat besar (wastafel-pun bisa dilahap!), dapat memakan apapun
Bel: berguna untuk memanggil kucing-kucing lain (lagi-lagi sedang rusak!)
Kantong: 4 dimensi dengan kapasitas nyaris tak terbatas, tempat penyimpanan berbagai macam alat
Tangan: mempunyai kemampuan menyedot sehingga benda apapun dapat menempel
Kaki: telapaknya datar, dapat berjalan tanpa suara seperti halnya kucing biasa
Ekor: berfungsi sebagai “tombol” pengaktifan Doraemon.


Gambar Doraemon :